7 Dosen Universitas Kapuas Raih Hibah Penelitian dari Kemendiktisaintek 2026

SINTANG, Kalimantan Barat — Universitas Kapuas mencatat prestasi membanggakan pada tahun 2026. Sebanyak 7 dosen dari berbagai Program Studi berhasil lolos seleksi kompetitif dan mendapatkan hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan peningkatan kapasitas riset sivitas akademika Universitas Kapuas dalam menjawab tantangan ilmiah dan kebutuhan pembangunan nasional melalui penelitian berkualitas.

Seleksi hibah penelitian oleh Kemendiktisaintek dikenal sangat ketat karena melibatkan reviewer nasional untuk menilai proposal dari segi orisinalitas, relevansi ilmiah, manfaat sosial-ekonomi, dan kontribusi terhadap pembangunan ilmu pengetahuan. Para dosen Universitas Kapuas berhasil memenuhi kriteria tersebut melalui proposal riset unggulan yang inovatif dan aplikatif.

Pencapaian tahun 2026 ini semakin berarti karena jumlah dosen yang lolos hibah penelitian Kemendiktisaintek meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, terdapat 5 dosen yang berhasil mendapatkan pendanaan serupa. Dengan meningkatnya jumlah ini, Universitas Kapuas semakin memperkuat posisinya dalam bidang penelitian dan pengembangan sains di tingkat nasional.

Dalam pengumuman resmi yang diumumkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan pada tanggal 9 April 2026, ketujuh dosen Universitas Kapuas yaitu: Dr. Hendra Setiawan, S.Pd., M.Si (dosen Program Studi Pendidikan Biologi) beserta Burhanudin Rais, S.Pd., M.Pd (dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris) mendapatkan hibah penelitian skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR). Berikutnya Imam Asrori, S.Hut., M.M (dosen Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis), Sri Sumarni S.Hut., M.Si (dosen Program Studi Kehutanan), Mangardi S.P., M.P (dosen Program Studi Agroteknologi), Alexander Andi Kurnianto, S.Pd., M.Pd (dosen Program Studi Pendidikan Biologi) serta Yohana Triana Ina Weran. S.Pd., M.Pd (dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris) mendapatkan hibah penelitian skema Penelitian Dosen pemula (PDP) layak memperoleh pendanaan untuk pelaksanaan proyek penelitian terjadwal pada tahun anggaran 2026.

Rektor Universitas Kapuas, Dr. Antonius, S.Hut., M.P mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Dalam wawancara dengan media kampus, beliau menyatakan, “Ini adalah bukti nyata dari kualitas riset oleh dosen-dosen yang ada di Universitas Kapuas. Pencapaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi kami, tetapi juga menunjukkan bahwa kerja keras dan komitmen para dosen kami dalam mengembangkan ilmu pengetahuan memberikan dampak yang signifikan. Peningkatan jumlah dosen yang mendapatkan hibah penelitian dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa kita semakin diakui bukan lagi di kancah lokal atau daerah tapi sudah bersaing di level nasional. Dari total 104.546 proposal yang ditulis oleh seluruh dosen baik dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di seluruh Indonesia, ada 7 dosen Universitas Kapuas yang berhasil lolos seleksi dan ini adalah langkah penting menuju penguatan peran Universitas Kapuas dalam pembangunan negara.”

Rektor juga menambahkan bahwa pendanaan hibah ini akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan penelitian yang tidak hanya relevan bagi akademisi, tetapi lebih berfokus pada memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas riset dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, industri, maupun lembaga internasional, untuk mendorong inovasi yang bermanfaat khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sintang, karena kami di UNKA ini memegang konsep Think globally, act locally (berpikir global, bertindak lokal) artinya memiliki wawasan luas mendunia (terbuka dan adaptif terhadap perkembangan zaman dan dampak global) namun tetap bertindak nyata sesuai nilai, budaya, dan berdampak bagi kebutuhan lokal,” ujar Rektor.

Exit mobile version
For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript.