Desa Sebuluh, Kabupaten Sintang – Tim pengabdian masyarakat Universitas Kapuas yang terdiri dari Chris Octavianus (Dosen Pendidikan Biologi) bersama anggota Alexander Andi Kurnianto (Dosen Pendidikan Biologi), Agustinus Marjun (Dosen Pendidikan Bahasa Inggris), serta mahasiswa Novariana Masselli (mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris) dan Margareta Tessia (mahasiswa Pendidikan Biologi) melalui hibah pengabdian dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun 2025 baru-baru ini melaksanakan program pemberdayaan yang mengubah limbah tangkai buah lada menjadi produk bernilai ekonomi di Desa Sebuluh, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang. Program ini bertajuk “Racun Nyamuk Tabula Sebuluh”. Kegiatan ini bekerja sama dengan Kelompok Tani Lada Sebuluh. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah memanfaatkan limbah pertanian, khususnya tangkai buah lada yang selama ini dianggap sebagai sampah, untuk dijadikan produk yang bermanfaat, yakni racun nyamuk bakar yang ramah lingkungan serta bisa dijual.
Pengabdian ini dimulai pada tanggal 22 September 2025 dengan kunjungan ke perangkat desa dan menyampaikan tujuan kegiatan. Kunjungan tersebut dilanjutkan sosialisasi tentang kandungan fitokimia piperin dalam tangkai buah lada dan pelatihan praktis pada tanggal 13 Oktober dan 16 November 2025, dimana masyarakat diajarkan cara mengolah limbah tersebut menjadi racun nyamuk bakar yang dapat digunakan di rumah atau kebun mereka. Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan teknik pembuatan racun nyamuk bakar menggunakan bahan lokal yaitu tangkai lada, batang singkong dan umbi singkong. Pelatihan berikutnya adalah pengenalan branding dan packaging disusul dengan pembuatan label dan proses pengemasan produk racun nyamuk bakar yang sudah diproduksi bersama.

Gambar Dokumentasi Kegiatan
Masyarakat Desa Sebuluh menyambut baik program ini. Yulias, ketua Kelompok Tani Lada Sebuluh, menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiatif ini.
“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Selama ini, tangkai buah lada hanya dibuang begitu saja karena tidak tahu bisa diolah. Kini, kami diberikan peralatan diajarkan cara mengubahnya menjadi produk yang berguna, bahkan sekarang punya nama dan logo produk sendiri sehingga bisa dijual,” ujarnya.
Selanjutnya tokoh masyarakat Obet Nili juga menyampaikan ucapan terima kasih
“Kami berterima kasih kepada negara Indonesia lewat Universitas Kapuas yang peduli terhadap kami sebagai masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia”
Setelah kegiatan pelatihan selesai, program ini akan terus didampingi oleh tim pengabdian Universitas Kapuas untuk memastikan keberlanjutan program guna memastikan dampak positif jangka pendek serta peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat Sebuluh.
Program ini adalah contoh nyata dari komitmen Universitas Kapuas untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab dan kehidupan sehat dan sejahtera. Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Sebuluh tidak hanya mampu mengolah limbah menjadi produk bermanfaat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat di sana. Pengabdian ini membuka jalan bagi keberlanjutan yang dapat diimplementasikan di desa-desa lain, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.
Mengabdi Untuk Negeri….Salam Dari Batas Negeri !

