Rektor Universitas Kapuas (UNKA), Dr. Antonius, S.Hut., MP, secara resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul Pemuliaan Genetik Shorea parvifolia Dyer untuk Kesejahteraan Sosial pada Senin (8/12/2025) di Jakarta Selatan. Buku ini disusun berdasarkan rangkaian riset lapangan dan kajian ilmiah mengenai potensi pengembangan Shorea parvifolia.

Dalam pemaparannya, Dr. Antonius menjelaskan bahwa penelitian yang melandasi buku ini berupaya memadukan kondisi nyata lapangan dengan dinamika pembangunan kehutanan nasional.
“Kami memadukan kondisi lapangan tempat riset dilakukan dengan fakta-fakta perhutanan kita saat ini. Harapannya, buku ini dapat dipahami secara luas dan membantu memberikan arah bagi pengelolaan sumber daya hutan ke depan,” ujarnya.
Diskusi yang mengiringi peluncuran buku menyoroti kebutuhan untuk menentukan jenis-jenis prioritas dari ratusan spesies hutan yang ada. Peserta menyampaikan pentingnya fokus pada jenis bernilai sosial-ekonomi, perlunya riset lanjutan untuk kebutuhan konstruksi dan plywood, hingga pentingnya membangun pengembangan hulu–hilir secara terpadu. Usulan penggunaan Dana Reboisasi sebagai insentif masyarakat untuk menanam jenis berdaur pendek juga mengemuka.
Menanggapi pandangan tersebut, Dr. Antonius menegaskan bahwa Shorea parvifolia dipilih karena menunjukkan performa pertumbuhan yang kuat pada kondisi lokal.
“Lahan-lahan masyarakat di luar kawasan hutan memiliki potensi besar untuk pengembangan meranti. Jika keberhasilannya meluas ke daerah lain, tentu lebih baik. Yang terpenting adalah kecocokan karakter tanaman dengan budaya setempat, karena itu menentukan keberhasilan,” jelasnya.
Ia juga menilai gagasan penggunaan Dana Reboisasi sebagai insentif sebagai langkah strategis untuk mendorong hutan rakyat.
Peluncuran buku ini sekaligus memperlihatkan bagaimana hasil penelitian dapat ditransformasikan menjadi kontribusi ilmiah yang terdokumentasi dengan baik. Hal tersebut menegaskan kembali pentingnya disiplin akademik dalam mempublikasikan pengetahuan, terutama bagi perguruan tinggi yang ingin memperkuat budaya riset.
Di kesempatan terpisah, Dr. Antonius menekankan bahwa publikasi buku ini menjadi pengingat akan peran strategis dosen dalam memperkaya khazanah keilmuan. Menurutnya, budaya menulis harus menjadi bagian dari etos akademik.
“Menulis buku adalah kewajiban moral bagi para pengajar sebagai bentuk berbagi pengetahuan. Prosesnya tidak harus dilakukan sendiri; kolaborasi lintas disiplin sangat memungkinkan. Yang terpenting adalah keberanian memulai, meskipun ada keterbatasan. Tulislah apa yang kita kerjakan, dan kerjakan apa yang kita tulis,” ungkapnya.
Dengan peluncuran buku ini, UNKA berharap kontribusi pengetahuan terkait pengembangan Shorea parvifolia semakin meluas sekaligus mendorong para akademisi lain untuk memperkuat tradisi meneliti dan menulis di lingkungan kampus.

