Evaluasi dan Penguatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Monitoring Magang di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sungai Tebelian

Sungai Tebelian, 15 Juni 2026 – Program Studi Agroteknologi melaksanakan kegiatan monitoring magang mahasiswa di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sungai Tebelian pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program magang sekaligus memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan bidang keilmuannya.

Kedatangan tim monitoring disambut hangat oleh Koordinator BPP Kecamatan Sungai Tebelian, Bapak Lasino, S.P., beserta seluruh jajaran penyuluh dan staf BPP. Dalam kesempatan tersebut, pihak BPP menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Program Studi Agroteknologi dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan magang di lapangan.

Sebanyak 7 orang mahasiswa Agroteknologi saat ini sedang menjalani program magang di BPP Kecamatan Sungai Tebelian. Selama pelaksanaan magang, mahasiswa telah terlibat dalam berbagai kegiatan pertanian, baik di lingkungan BPP maupun langsung di lapangan bersama para petani.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan mahasiswa antara lain praktik budidaya tanaman hortikultura berupa bayam, kangkung, kacang panjang, dan jahe merah. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung dengan terjun ke lahan pertanian milik petani, mulai dari mengikuti kegiatan penanaman padi sawah, berinteraksi dengan petani jagung dan petani cabai, hingga melakukan kunjungan ke perusahaan kelapa sawit untuk mempelajari proses budidaya tanaman kelapa sawit secara lebih mendalam.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Dekan Fakultas Pertanian, Ibu Nurhadiah, S.P., M.Si., turut berdialog dengan mahasiswa mengenai berbagai aktivitas yang telah mereka laksanakan selama magang. Beliau menanyakan perkembangan kegiatan, pengalaman yang diperoleh, serta kendala yang dihadapi mahasiswa selama berada di lokasi magang.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian menyampaikan bahwa kegiatan magang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber data dan bahan penelitian. Berbagai fenomena dan permasalahan yang ditemui di lapangan dapat dikembangkan menjadi topik penelitian yang relevan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun sektor pertanian.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan magang berikutnya terdapat peluang untuk mengintegrasikan kegiatan magang dan penelitian secara bersamaan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman di lapangan, tetapi juga dapat menghasilkan karya ilmiah dan data penelitian yang mendukung penyelesaian tugas akhir maupun publikasi ilmiah. Menurut beliau, kolaborasi antara kegiatan magang dan penelitian akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi akademik dan profesional.

Setelah kegiatan diskusi dan evaluasi bersama mahasiswa, agenda monitoring dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke salah satu petani sawi hidroponik di wilayah Kecamatan Sungai Tebelian. Dalam kunjungan tersebut, tim monitoring dan mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung penerapan teknologi budidaya sawi secara hidroponik, mulai dari proses pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga teknik panen. Kegiatan ini menjadi tambahan pengalaman bagi mahasiswa untuk mempelajari sistem budidaya modern yang semakin berkembang dan memiliki prospek yang baik dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan pendapatan petani.